Jumat, 07 Maret 2014


1. Beritahukan kami tentang diri Anda?

Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu
 jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.


2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?

Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, target, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. 

Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan
 jangan memberikan jawaban negatif seperti “Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini”. 

Tekankan
 keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.


3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?

Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah,dll


4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?: 

tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.


5. Mengapa kami harus merekrut Anda?

Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan nomor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.


6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?

Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitasdi dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.


7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?

Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.


8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?

Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulanuntuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.


9. Berapa lama Anda akan bersama kami?

Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.


10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?

pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.


11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?

Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini denganjujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.


12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?

Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir
namun
 jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.


13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?

Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukaidaripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.


14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?

Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini denganpositifkarena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.


15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?

Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.


16. Berapa gaji yang Anda minta?

Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. 

Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda
 ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.


17. Apa target jangka panjang Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkrondengan milik perusahaan.


18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?


Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan

Mencoba Linux memang menyenangkan, namun mungkin orang akan khawatir jika sistem partisi mereka akan kacau dan tidak bisa kembali berjalan normal. Namun sebenarnya Linux bisa dihapus dengan aman dari Windows.
Namun tentunya, Anda harus – sedikitnya – paham tentang apa itu partisi, jika Anda benar-benar pemula, maka saya sarankan membaca pendahuluannya di Wikipedia tentang Partisi Sistem Berkas. Mengenal partisi adalah syarat minimal guna meyakinkan diri anda, bahwa Anda tahu apa yang sedang Anda kerjakan. Namun jika Anda sudah pernah/berpengalaman memasang Windows sendiri, mengatur partisi sendiri, maka hal ini tidak akan sulit.
Untuk memudahkan Anda menghapus Linux, maka perlu kita perlu tahu yang mana tabel partisi di sisi Windows dan mana yang jadi tabel partisi di sisi Linux. Coba perhatikan gambar keterangan partisi Linux yang saya ambilkan dari Desktop KDE 4.6.5 milik openSUSE berikut:
Tabel Partisi Linux | KDE
Gambaran partisinya cukup khas (klik gambar di atas untuk melihat ukuran yang lebih besar), partisi Linux openSUSE selalu terdiri dari Swap (tidak ditampilkan di atas), Root (hanya dengan tanda “/”) dan Home (ditandai “/home”) – Linux lain mungkin memberikan gambaran serupa atau berbeda, tapi pada intinya tetap sama. Saya memberikan tanda “Linux” di gambar di atas sehingga Anda bisa mudah mengenalinya.
Dalam kebanyakan sistem multi/dual-boot Windows-Linux, maka Linux-lah yang memegang kendali terhadap Boot Manager, atau tepatnya di mana Boot Loader akan dipasang. Boot Loader akan menentukan proses booting, yaitu mulai dijalankannya sebuah sistem operasi dalam komputer. Biasanya boot loader Linux seperti LILO atau GRUB, akan mengambil alih dan membuat sistem dijalankan dengan Linux sebagai penentu awal. Biasanya konfigurasi ini terletak di partisi root.
Jadi jika Anda menghapus Linux namun menyisakan konfigurasi boot loader, maka sistem anda tidak akan bisa dimulai. Sehingga langkah pertama yang ditempuh adalah mengalihkan proses booting awal ke Windows.
Masuklah ke Windows anda berikutnya, cara yang akan saya tuliskan hanya akan berfungsi pada Windows 6.0 ke atas (Windows Vista, 7 dan vNext – saya harap demikian), sedangkan untuk Windows 5.0 (Windows XP) ke bawah Anda perlu trik khusus, cobalah menggunakan GParted atau sejenisnya dengan prinsip yang serupa.
Pada Windows, Anda harus mengakses jendela Disk Management, jika tidak salah di Windows juga dikenal sebagai logical disk manager. Jendela ini bisa diakses melalui Control Panel di area System and Security. Anda akan mendapatkan jendela seperti gambar di bawah (klik untuk memperbesar gambar):
Disk Management | Windows
Ini adalah tabel partisi dari sudut pandang Windows, pada prinsipnya sama saja dengan yang terdapat di Linux. Perlu diketahui bahwa letak boot loader/managerpada Windows Vista dan 7 berlainan.
  • Windows 7: Lokasi di partisi khusus bernama “System Reserved” (lihat tanda panah pada kedua gambar di atas), partisi ini dibuat pertama kali saat memasang Windows 7 pada komputer, dan besarnya sekitar 100 MB.
  • Windows Vista: Lokasi berada di mana sistem Windows terpasang, umumnya kebanyakan orang memasang Windows di partisi kandar C:/sehingga jika Windows Vista berada di sana, maka di sana juga (kemungkinan sangat besar) lokasi boot manager Windows.
Apa yang perlu Anda lakukan selanjutnya adalah menandai partisi tersebut sebagai sebagai partisi aktif, misalnya untuk Windows 7 – lakukan klik kanan pada kotak tabel partisi “System Reserved” (tanda panah), dan pilih “Mark Partition as Active” (lihat gambar di bawah).
Menandai Partisi Aktif | Windows
Ingatlah, bahwa Anda harus melakukan ini dengan hati-hati, karena hanya partisi tersebut yang boleh ditandai aktif untuk keperluan ini. Jika Anda salah menandai partisi, maka bencana akan menunggu Anda di depannya.
Biasanya untuk urusan ini saya menjadi agak kompulsif dengan mengecek beberapa kali, apakah partisi yang tepat sudah ditandai sebagai partisi yang aktif. Jika sudah, maka bisa diuji dengan memulai ulang (restart) Windows anda, jika tepat, maka booting akan langsung masuk ke Windows tanpa melewati boot loader Linux.
Sampai pada tahapan ini juga sangat bermanfaat bagi mereka yang memilikidual-boot, dan ingin memperbarui service pack Windows yang biasanya hanya mau dipasang jika boot utamanya adalah Windows.
Dan setelah tahapan ini, Anda tidak akan bisa mengakses kembali Linux anda secara default, kecuali ditanamkan kembali boot manager Linux dengan tepat menggunakan rescue disk (live CD/DVD) milik Linux. Namun ini juga berarti Anda aman menghapus semua partisi Linux (selain partisi Windows). Tinggal pilihdelete volume, perhatikan gambar di bawah:
Nah, selesai sudah, Linux telah dihapus dengan aman dari komputer anda tanpa mengganggu Windows. Apa yang bisa dilakukan kemudian? Ya, Anda bisa melebarkan kembali partisi Windows anda atau membuat partisi baru dari ruang kosong yang tersedia (pilihan yang lebih aman), atau memasang kembali Linux lainnya yang ingin Anda cicipi (lebih menantang).